Alasan Dian Sastro Memeluk Agama Islam

dian-sastro-pacarnya-fujianto

waktu Isra Miraj th 2006 dulu, Dian Sastrowardoyo memvonis pada menghindar anutan. dia pilih menyelinap Islam tak karena popularitas, namun lantaran keinginan hatinya.

Meski sang ibu menganut akidah Katolik, namun Dian mengaku bahwa itu tidak jadi urusan. jelasnya, sang ibu bukanlah wong yg picik. dia tak mempermasalahkan kejadian agama yg dipilih sang putri.

Berikut tanya-jawab dan ceramah dgn Dian Satrowardoyo:

Tentang religi, apa nyata yg menghasilkan anda tukar ke keimanan Islam?
Dari hatiku solo. sekarang ini saya menuntut ilmu identik Om saya. saya yakni satu orang mualaf.

Bukankah di Islam tanggungan ibadahnya lebih berat?
Wah nggak. yg utama kita iklas.

Selama pacaran dgn Iyun, apakah ia serta tidak jarang mengajari anda mengenai Islam?
Iya. saya menyukai tanya-tanya ke dia.

Kalau menuntut ilmu sholat asal mana?
Dari buku. saya bayar buku. Ada tutor sedang yg ngajarin, tapi lebih tidak sedikit saya baca buku.

Udah mampu semua?
Belum. saya belum dapat puji-pujian Khunut.

Kapan tepatnya anda menyamar Islam?
Malam Isra Miraj th dulu (2006 – red).

Sampai sejauh ini, penghayatan Islam anda bagaimana?
Aku mau jadi muslim yg artinya pasrah. menjadi saya muslim tak dikarenakan pacaran persis manusia Islam atau permintaan jalma lain. Ini seruan alamat jiwaku solo. dekat menggali ilmu Islam, aku tak menghapal. sebab yg lebih utama buat aku merupakan tahu artinya.

Sebagai muallaf, perasaan anda bagaimana?
Perasaanku lega. dikarenakan saya menyelinap Islam enggak lantaran popularitas. yg menghasilkan saya pilih Islam sebab saya mau berserah diri dan pasrah bagi Allah. lantaran Islam terhadap aku ialah berserah diri dgn sukarela. Dan saya telah percaya absah dapat pilihanku. dekat mencari ilmu keyakinan, aku bukanlah manusia gemar menghapal atau cuma sekedar mengeja saja. aku mau menghayati tiap-tiap ayat-ayat Al-Quran. menjadi tak sekedar dapat mengucap dan menghapal, tapi kita sedang mesti tahu artinya. hujat mati saya ikhlas.

Dari pihak suku bagaimana?
Kebetulan aku cuma serupa mama. Mama aku beragama katolik, dan dirinya bukan;lah manusia yg picik. dirinya tahu bahwa keyakinan apapun, jika memang lah yg menggarap itu iklas, sehingga bakal bagus guna beliau solo. menjadi mama merasa tak punyai wenang kepada cegah siapa saja saja dekat pilih agamanya masing-masing. dikala pertama-tama mama memang lah terkejut, dikarenakan dikiranya aku dapat berangkat jihat. Tapi sesudah saya jelaskan, mama hasilnya sanggup terserang dan ingat. Malah waktu ini, apabila saya teledor sholat, mama yg tidak jarang simpati ingat.

Banyak jalma waktu ini tidak jarang kali mengidentikan Islam bersama teroris. menjelang anda bagaimana?
Itu cuma kecurangan. kepada aku itu cuma politik.

Leave your comment