Jenis, Biaya, Penyelenggaraan, dan Kegunaannya Tes TOEFL

Sekarang ini kemampuan berbahasa asing sangatlah dibutuhkan baik didunia kerja  maupun didunia pendidikan. Bahasa Inggris sebagai bahasa yang banyak dipakai dan sekaligus menjadi bahasa pengantar dalam dunia bisnis, organisasi internasional, urusan diplomatik negara, maupun pendidikan menjadikan banyak orang berlomba-lomba mempelajarinya. Belajar bahasa inggris bertahun-tahun baik di sekolahan maupun mengikuti les/kursus bahasa tidak lantas membuat orang tersebut dapat diakui kemampuan bahasa inggrisnya. Untuk itulah diadakan tes kemampuan menguasai bahasa, dimana tes tersebut menguji kelayakan kemampuan bahasa seseorang yang kemudian dituangkan dalam bentuk angka.

TOEFL (Test of English as Foreign Language) adalah salah satu tes yang diakui oleh dunia Internasional. Jika seseorang ingin diakui kemampuannya dalam berbahasa inggris, ia harus mengikuti tes TOEFL dan menunjukkan skor TOEFL-nya. Skor TOEFL inilah yang akan menunjukkan level kemampuan bahasa inggris seseorang. Jenis TOEFL ada banyak mulai dari ITP TOEFL, PBT TOEFL, IBT, Prediction TOEFL. Banyaknya jenis tes TOEFL inilah yang terkadang membuat seseorang bingung untuk menentukan TOEFL mana yang harus dipilih. Keempat jenis TOEFL tersebut sangat berbeda satu dengan yang lain tidak hanya berbeda dari segi materi tes tetapi juga berbeda dari segi biaya dan kegunaan.

ITP TOEFL

Biasa disebut Institutional TOEFL. TOEFL ini meliputi tes Listening, Reading dan Structure. Di Indonesia, ITP TOEFL biasa diadakan oleh perguruan tinggi atau lembaga bahasa yang sudah bekerja sama dengan pihak ETS (Education Testing System), yaitu penyelenggara resmi tes TOEFL yang ada di seluruh dunia. Untuk mengambil ITP TOEFL Anda bisa menghubungi Universitas terdekat disekitar anda, biasanya universitas negeri. Biaya yang dikeluakan lebih terjangkau dari PBT atau iBT yaitu Rp. 300.000,- yang berlaku ± 1,5 sampai dengan 2 tahun. ITP TOEFL digunakan sebagai syarat untuk mereka yang mau melanjutkan studi S2 atau S3 di Indonesia. Untuk studi S2 minimal sekor ITP TOEFL adalah 450 dan untuk S3 adalah 475. Akan tetapi hal ini tergantung dari universitas dan jurusan yang diambil. Bagi yang mengambil sastra inggris nilai TOEFL harus lebih tinggi. Selain untuk melanjutkan studi, ITP TOEFL juga bisa digunakan untuk melamar kerja. Justru, tidak jarang beberapa perusahaan dan instansi pemerintah mensyaratkan nilai TOEFL yang ditentukan.

Jika Anda ingin melanjutkan studi ke luar negeri saran saya jangan mengambil ITP TOEFL karena kebanyakan universitas di luar negeri tidak menerima sertifikat ITP TOEFL. Akan tetapi beberapa penyedia beasiswa seperti Australia Award scholarship (AAS) dan Fulbright Scholarship masih menerima skor ITP TOEFL.

Untuk mengikuti tes ITP TOEFL Anda bisa langsung menghubungi institus atau lembaga resmi yang  menyelenggarakan ITP TOEFL. Serta melengkapi administrasi seperti foto copy KTP, foto dan biaya tes. Sebagai catatan, ITP TOEFL hanya bisa dilaksanakan jika peserta yang mengikuti tes mencapai 10 orang jika kurang dari 10 maka tes tidak akan dilakukan. JIka Anda mengikuti ITP TOEFL untuk melengkapi persyaratan tertentu, diusahakan jauh-jauh hari sebelumnya karena hasil tes baru akan keluar ± 10 hari dari hari tes.

PBT TOEFL

Biasa disebut paper based TOEFL. Materi tesnya meliputi Listening, Reading, Stucture, dan Writing. Biaya untuk mengikuti tes ini bisa cukup mahal yaitu sekitar 2 juta rupiah-an. karena biaya yang dibutuhkan sangat mahal maka seseorang harus benar-benar yakin dengan kemampuan bahasa inggrisnya sebelum  mengambil tes ini. PBT ini bisa juga digunakan untuk mendapatkan visa kerja keluar negeri dimana tesnya menggunakan bahasa inggris, sebagai salah satu sertifikat yang disyaratkan untuk tenaga medis/agensi profesional, ataupun seseorang yang hanya sekedar ingin mengetahui kemampuan bahasa inggrisnya.

PBT TOEFL di kalangan mahasiswa biasanya digunakan sebagai salah satu persyaratan untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri ataupun untuk mendapat beasiswa. Sebagai contoh beasiswa Stuned dari belanda yag mensyaratkan peserta pelamar mempunyai PBT TOEFL dengan skor tertentu. Di Indonesia sendiri masih belum bisa menyelenggarakan tes PBT TOEFL karena PBT hanya dilaksanakan di negara yang tidak bisa melaksanakan IBT TOEFL.

IBT TOEFL

Biasa disebut Internet based TOEFL. Materi tes di IBT TOEFL tidak berbeda jauh dengan yang ada di PBT TOEFL. Perbedaannya hanya jika di PBT kita memakai lembar soal dan lembar jawab berbeda dengan IBT TOEFL. IBT TOEFL menggunakan sistem ICT dalam penyelenggaraannya. Tesnya menggunakan komputer dan di komputer itulah kita membaca soal dan menjawab pertanyaan. Biaya yang dikeluarkan untuk mengikuti tes ini sama seperti PBT yaitu sekitar 2 juta-an rupiah. Kegunaan IBT TOEFL yaitu untuk mencari kerja di perusahaan yang mempunyai basis jaringan internasional dan melanjutkan studi ke luar negeri seperti gelar MBA.

Prediction TOEFL

Tidak seperti jenis TOEFL lainnya yang hanya bisa dilaksanakan di lembaga tertentu, Prediction TOEFL bisa dilaksanakan di hampir semua lembaga bahasa inggris dan dengan biaya yang terjangkau antara 50-100 ribu rupiah. Materi tes lebih mengacu pada “ex materi ITP TOEFL”, artinya materi tes diambil dari ITP TOEFL tahun-tahun sebelumnya. Prediction TOEFL biasa dimabil sebelum seseorang mengambil tes TOEFL yang sebenarnya, karena biayanya relatif lebih murah. Akan tetapi bukan berarti hasil dari prediction TOEFL akan sama persis dengan hasil tes yang sebenarnya. Biasanya akan ada penurunan jumlah skor, karena Pre-TOEFL kebanyakan lebih mudh dari ITP.

Dengan mengetahui jenis, biaya dan kegunaan masing-masing tes TOEFL setidaknya kita akan lebih yakin dan mengenali tes mana yang sesuai. Semoga bermanfaat.

Leave your comment