Produser Mira Lesmana Akan Tetap Pilih Kualitas Daripada Kuantitas

Produser Mira Lesmana sepertinya kurang setuju dengan rencana pemerintah untuk mendorong jumlah produksi film. sebagai salah seorang produser yang sukses menelurkan beberapa film laris serperti ada apa dengan cinta (AADC) baik yang pertama maupun kedua. Mira menilai kualitas lebih penting ketimbang kuantitas. baginya menghadirkan tontonan berkualitas dengan pesan moral yang dalam lebih mengena dengan kondisi masyarakat sekarang.

“Lebih baik sedikit tapi berkualitas, dari pada banyak banyak tapi nggak karuan,” ujar Mira.

Produser Mira Lesmana Akan Tetap Pilih Kualitas Daripada KuantitasMenurut Mira, pemerintah seharusnya lebih fokus pada pola pendidikan film. memberikan fasilitas dan edukasi bagi sineas sineas muda indonesia potensial, berikan akses informasi yang luas bagi insan perfileman indonesia tentu akan menimbulkan efek yang luar biasa betapa kehadiran film film bermutu karya anak bangsa sangat dinanti para pecinta film indoneisa. dirinya pun yakin jika pendidikan di Indonesia maju otomatis kualitas film nasional akan meningkat.

“Selama pendidikannya nggak diurusin, ya nggak akan beres-beres, nggak akan bagus-bagus,” ucapnya seraya tertawa.

Mira berharap sineas mau untuk membuat gebrakan baru dan tidak terlalu memikirkan keuntungan. Mira menilai penonton Indonesia haus dengan film-film yang berkualitas.

“Yang namanya market itu bisa di-created kan, saya juga dulu membuat film nggak ada marketnya kok waktu itu,” katanya.

era 90 an kita pernah dijajah oleh film asing yang bertebaran dibioskop bioskop, hal ini tentu tak akan terulang jika pemerintah sadar betapa pentingnya fasilitas pendidikan bagi sineas insan per filman indonesia. kita semua tahu kondisi ekonomi indonesia yang kian sulit, namun berharap pemerintah mau menjembatani industri ini setidaknya mengurangi satu dari sekian masalah film indonesia yang tak kunjung selesai.

Industri film nasional yang mulai bangkit belakangan, tak lepas dari peran swasta yang gigih terus berjuang menghadapi serbuan film asing yang luar biasa dahsyat, jika ada produser film yang hanya balik modal saat membuat sebuah filem itu hal biasa dan mendapat pemafhuman, mengingat betapa mahalnya ongkos pembuatan sebuah film di indonesia. yang unik dalam dunia entertainment indonesia adalah latah yang sulit dihilangkan, manakala ada satu filem sukses dengan tema tertentu maka produser berbondong bondong mengangkat tema yang sama.

Mira berharap para sineas dan insan filem indonesia mau berfikir kreatif dan berani untuk membuat filem tanpa memikirkan keuntungan terlebih dahulu, jika mau eksis jangan jadikan filem sebagai ladang bisnis untuk meraup keuntungan besar. bisnis filem bukanlah bisnis rental mobil yang dapat dihitung untung rugi nya. baginya film berkualitas tetap akan mendapatkan pemirsa dan penggemarnya sendiri.

Leave your comment