Saklar Otomatis Pompa Air yang Bermasalah

merawat-pompa-air

Pernahkah Anda mengalami masalah dengan mesin pompa air yang tidak mau menyala secara otomatis, padahal mesin tersebut dapat menyala dengan normal apabila Anda mem-bypass koneksi kabel menuju ke saklar pemutus otomatis? Kalau ya, bisa jadi Anda mengalami masalah dengan “Radar”.

“Radar” sesungguhnya adalah salah satu merk dagang untuk saklar otomatis yang digunakan untuk mengendalikan level/ketinggian air pada tangki. “Radar” bukan satu-satunya merk yang tersedia di pasaran untuk produk sejenis. Ada berbagai macam merk yang tersedia dengan variasi harga dan kualitas.

Cara kerja perangkat ini cukup sederhana. Alat ini terdiri dari dua pemberat (silinder warna orange pada gambar) yang digunakan untuk menandai batas bawah dan batas atas ketinggian air. Selain itu, terdapat juga rumah saklar (silinder warna abu-abu) yang berfungsi untuk memutus dan menyambung arus listrik ke pompa air.

Info pompa submersible silahkan lihat di http://www.osmomarina.com/news.html?id=Jual_Pompa_Submersible_Showfou

Apabila air berada pada batas bawah maka kedua pemberat akan menggantung di atas air dan cukup berat untuk menarik saklar ke posisi terhubung (on) sehingga arus listrik akan mengalir dan mesin pompa air akan berjalan. Sebaliknya, ketika kedua pemberat terendam air, maka bebannya tidak cukup berat untuk menarik saklar ke posisi on, sehingga saklar akan kembali ke posisi terputus (off).

Jarak antara kedua pemberat bisa diatur (digeser) untuk menentukan interval mati-hidup (stop-start) mesin pompa. Sebaiknya jaraknya tidak terlalu dekat agar mesin pompa tidak terlalu sering mati-hidup yang dapat berdampak pada keawetan mesin.

Cara kerja pengatur ketinggian air ini sangat sederhana dan handal sehingga jarang sekali terjadi kegagalan fungsi. Walaupun begitu dalam beberapa kasus, entah karena produk yang kurang handal atau instalasi yang kurang baik, alat ini gagal berfungsi.

Salah satu penyebab kegagalan yang terjadi adalah rusaknya mekanisme saklar yang berada di luar tangki air (silinder berwarna abu-abu pada gambar). Kerusakannya dapat disebabkan karena adanya rembesan air hujan pada rumah saklar. Rumah saklar sudah dibuat sedemikian rupa agar terlindung dari rembesan air hujan/kelembapan. Walaupun begitu seiring dengan bertambahnya usia perangkat dan kondisi alam yang kurang bersahabat, rumah saklar dapat mengalami kerusakan. Dalam beberapa kasus, kerusakan ini dapat terjadi cukup cepat (6-12 bulan sejak dipasang).

Apabila Anda bosan memanggil tukang pompa untuk memperbaiki perangkat ini, tidak ada salahnya Anda mempertimbangkan untuk mengganti saklar otomatis ini dengan Timer listrik yang banyak beredar di pasaran dengan harga yang cukup terjangkau.

Salah satu jenis timer yang dapat dijumpai di toko-toko listrik adalah timer yang berbentuk piringan yang dapat diputar dengan saklar-saklar kecil yang mengelilingi piringan tersebut. Saklar-saklar tersebut biasanya mewakili interval waktu 15 menit. Anda dapat membuat setting timer sebanyak-banyaknya selama 24 jam dengan interval waktu tersingkat adalah 15 menit. Alat ini juga tidak memerlukan battery karena listrik yang digunakan untuk menggerakkan piringan diambil dari tegangan listrik yang diambil dari dinding. Timer ini akan memutus dan menyambungkan listrik (on-off) sesuai dengan konfigurasi yang Anda buat setiap harinya. Anda dapat membeli timer ini dengan harga yang terjangkau sekitar Rp 50,000-60,000.00 pada tahun 2014.

Jenis timer lain yang cukup banyak beredar juga adalah timer digital. Dengan timer jenis ini, Anda dapat membuat konfigurasi on-off dengan selisih waktu minimal 1 menit (bandingkan dengan timer sebelumnya: 15 menit). Selain itu, Anda dapat membuat konfigurasi yang berbeda untuk masing-masing hari. Timer ini memerlukan battery yang harus Anda ganti secara berkala. Harga perangkat ini lebih mahal sekitar 2 kali lipat harga timer jenis pertama (pada tahun 2014).

Lihat distributor torisima http://www.osmomarina.com/news.html?id=Tempat_jual_pompa_torishima

Apabila Anda meletakkan timer ini di luar, maka Anda harus mempertimbangkan untuk membeli timer tipe “weatherproof” (IP44) agar timer tersebut tidak rusak ketika terkena air hujan. (IP adalah kependekan dari Ingress Protection, yang menjelaskan kemampuan perangkat dalam menangkal air dan partikel dari luar. IP44 sudah memberikan perlindungan yang cukup dari curah hujan rata-rata dan benda-benda kecil, hanya saja IP44 tidak cukup apabila curah hujan cukup tinggi/semprotan air apalagi direndam dalam air). Harga timer dengan tipe “weatherproof” tentunya akan lebih mahal daripada timer untuk penggunaan di dalam ruangan (indoor).

Selanjutnya, Anda tinggal memperkirakan kebutuhan air harian Anda. Cara paling mudah adalah dengan mencatat kapan dan berapa lama pompa air berjalan setiap harinya ketika “Radar” Anda masih berfungsi. Alternatif lain adalah dengan mencoba-coba sambil melakukan evaluasi setiap harinya. Contohnya, saya menyalakan pompa setiap 3 jam dengan durasi 5 menit untuk mencukupi kebutuhan harian keluarga kami.

Jangan khawatir, apabila Anda kehabisan air, Anda dapat memaksa pompa untuk berjalan dengan menekan salah satu tombol pada jenis timer digital (atau dengan membypass timer).

Tempatkanlah timer di lokasi yang mudah dijangkau, sebisa mungkin di dalam ruangan; agar Anda tidak kesulitan untuk mengubah konfigurasinya dan menggantinya apabila perlu jika terjadi kerusakan. Hal ini akan jauh lebih mudah dan murah daripada harus naik ke atap rumah (atau memanggil tukang) setiap kali saklar otomatis Anda bermasalah.

Leave your comment