Tukul Arwana Pembawa Acara Yang Fenomenal

tukul arwana fenomenal

Tukul “Reynaldi” Arwana (52). Dialah tidak benar satu komedian yang berhasil naik derajat. Dari pelawak biasa, menjadi presenter talk show elegan Bukan Empat Mata sepanjang 11 tahun (2005–2016).
Tukul tampil lucu, nyeleneh, mengeluarkan jargon-jargon yang membawa dampak kami terbahak-bahak. Namun pesan dan tema acara selalu sampai kepada penonton. Inilah kelebihan Tukul.

Tukul sendiri tak menyangka sanggup bertransisi menyamai Indy Barends dan Farhan. Bukan Empat Mata awalannya bernama Empat Mata, konsepnya diciptakan pada 2005 oleh Mr. Apollo, manajer memproduksi TV7—sekarang Trans 7. Acara televisi yang satu ini mempunyai andil besar dalam melambungkan nama tukul arwana, banyak pencapaian yang sangat membanggakan yang telah diperoleh oleh tukul melalui acara bukan empat mata ini, salah satunya pencapaian dalam hal materi, melalui progam tv ini tukul mendapat bayaran yang fantastis, konon tukul menjadi salah satu pembawa acara dengan bayaran termahal, luar biasa bukan.

“Saya membawa dampak talk show untuk komedian. Menurut saya, Tukul sesuai membawakannya. Ketika saya menawarkan kepada Tukul, dia termasuk tidak yakin diri, karena jadi basic-nya pelawak. Tetapi dia berkenan studi keras,” tutur Mr. Apollo kepada Bintang didalam wawancara tahun 2006.

Sebuah tantangan bagi Tukul. “Saya mengalami transisi. Saya dibantu oleh tim kreatif, bagaimana saya selalu menonjolkan kelebihan saya melawak didalam kemasan yang lebih elegan,” ungkap Tukul. Rahasia tukul bisa bertahan dalam waktu yang lama adalah karena dia mempunyai ciri khas dan tukul merupakan orang yang low profile, dia selalu menyampaikan pesan ini kepada setiap orang yang mewawancarainya “janganlah menjadi orang yang sombong” sesukses apapun saya sekarang dulunya saya hanyalah orang biasa biasa saja yang tidak di kenal oleh masyarakat luas. ujar tukul.

Harry de Fretes termasuk tidak benar satu orang yang berperan menambah rasa yakin diri Tukul dan ia tak melewatkan jasanya.
“Tukul luar biasa. Pesonanya masuk ke seluruh kalangan. Saya mengenal Tukul tahun 1990-an. Saat itu saya dan kawan punyai Boim Cafe dan di sana ada panggung untuk unjuk bakat. Nah, melalui panggung itulah, untuk kali pertama saya mengenal Tukul. Kalau enggak salah, 3 kali didalam seminggu, Tukul tampil di sana. Tukul bilang, kami enggak kudu repot-repot membayar, memadai bersama dengan sup buntut aja. Tukul sangat gigih. Dia sanggup melawak, lebih-lebih memainkan gitar sendiri. Dia entertainer yang sukses!” Harry mengungkapkan kesannya.

Leave your comment